Materi Arek Enom

Anemia

Anemia Remaja
Gejala Anemia
Pencegahan Anemia

Melanjutkan pembahasan tentang asupan makanan dan gizi seimbang pada remaja di topik sebelumnya, salah satu risiko yang terjadi jika asupan makanan tidak terpenuhi dengan seimbang adalah terjadinya anemia pada remaja.

Pearls of silky soft white cotton, bubble up under vibrant lighting

Anemia??

Anemia merupakan masalah gizi pada remaja Salah satu masalah gizi yang paling sering dijumpai pada remaja adalah anemia. Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.

Penyebab Anemia

  1. Asupan zat gizi tidak seimbang

Remaja mengalami masa pertumbuhan yang cepat, pematangan reproduksi dan transisi perkembangan yang membutuhkan peningkatan asupan gizi. Jika asupan gizi tidak seimbang maka dapat mempengaruhi ketidakseimbangan zat besi pada tubuhnya. Kecenderungan pola hidup remaja untuk mengkonsumsi makanan cepat saji adalah salah satu alasan utama kurangnya asupan zat besi dan protein.

  1. Perdarahan
  • Perdarahan karena kecacingan dan cedera atau luka yang mengakibatkan kadar Hemoglobin menurun.
  • Perdarahan akibat menstruasi yang lama dan berlebihan
  1. Perdarahan akibat menstruasi yang lama dan berlebihan

Kondisi ini biasa disebut sebagai anemia hemolitik, yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah dengan sendirinya. Hal ini juga merupakan jenis yang disebabkan adanya kelainan sel darah merah karena faktor keturunan. Sebagai contoh, anemia sel sabit juga thalasemia.

Gejala Anemia

Gejala umum yang sering muncul pada penderita anemia sering disebut dengan 5L (Lesu, Letih, Lemah, Lelah, Lalai) yang terkadang juga disertai dengan sakit kepala, mata berkunang- kunang, mudah mengantuk, serta sulit berkonsentrasi akibat kurangnya oksigen dalam jaringan otak dan otot. Secara fisik penderita anemia ditandai dengan “pucat” pada muka, kelopak mata, bibir, kulit, kuku dan telapak tangan.

Dampak Anemia

  1. Penurunan kebugaran serta kemampuan konsentrasi, sehingga menyebabkan menurunnya prestasi belajar serta produktivitas, baik di dalam maupun luar sekolah.
  2. Penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan mengalami penyakit infeksi.
  3. Anemia pada remaja putri yang mengalami kehamilan dapat meningkatnya risiko kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, serta risiko stunting pada anak yang dilahirkan.

Cara Pencegahan Anemia

  1. Meningkatkan asupan makanan sumber zat besi

Makanan sumber zat besi dapat diperoleh dari hewani maupun nabati. Makanan sumber hewani yang mengandung tinggi zat besi yakni hati, ikan, daging (sapi dan kambing), serta unggas (ayam, bebek, burung), sedangkan makanan sumber zat besi dari nabati seperti sayuran berwarna hijau tua (bayam, singkong, kangkung) dan kacang-kacangan (tempe, tahu, kacang merah). Zat besi dalam sumber pangan hewani (besi heme) dapat diserap tubuh dengan lebih baik, yakni antara 20-30%, sedangkan penyerapan zat besi dari pangan nabati hanya sekitar 1-10%. Penyerapan zat besi ini dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi buahbuahan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, mangga, pisang dan jambu. Agar penyerapan zat besi dalam usus bekerja secara optimal, sebaiknya remaja menghindari makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti tanin (dalam teh hitam, kopi), kalsium, fosfor, serat dan fitat (biji-bijian).

  1. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)

Cara pencegahan anemia yang kedua adalah dengan mengonsumsi TTD yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan maupun sekolah. Diminum secara teratur sebanyak satu tablet setiap minggu dengan menggunakan air putih agar lebih efektif.

Tablet Tambah Darah (TTD)